Petani Merdeka Dorong Teknologi Nano PATEN Jadi BREAK THROUGH Pertanian

MEDAN — Kesempatan bagi para petani dan masyarakat yang ingin menambah wawasan tentang teknologi pertanian masih terbuka. Workshop edukasi “Petani Merdeka” akan digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 10.00–17.00 WIB, di Komplek Taman Polonia V No. 2A, Medan.


Workshop ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat inovasi pupuk organik non mikroba berteknologi nano PATEN, sekaligus mendapatkan pengetahuan mengenai pemupukan yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.


Maharawaty memaparkan, perkembangan teknologi pertanian dinilai dapat menjadi BREAK THROUGH atau terobosan baru dalam mendorong petani Indonesia lebih mandiri, efisien, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan lahan.


Penggunaan teknologi dalam pertanian harus dipandang sebagai peluang untuk melakukan perubahan, terutama dalam menghadapi persoalan pemupukan dan berbagai tantangan budidaya.


Menurutnya, teknologi nano berpotensi menjadi BREAK THROUGH karena menawarkan pendekatan baru dalam pengembangan produk pertanian. Namun, sebuah teknologi tidak akan menjadi terobosan apabila tidak dipahami dan digunakan secara tepat oleh petani.


“BREAK THROUGH bukan hanya soal hadirnya sebuah teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat dipahami, diterapkan, dan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi petani,” ujar Maharawaty.


Ia menjelaskan, teknologi nano dalam pengembangan pupuk pada prinsipnya diarahkan untuk menghasilkan formulasi dengan karakteristik tertentu sehingga unsur hara dapat dimanfaatkan tanaman secara lebih optimal.


Meski demikian, Maharawaty menekankan bahwa penggunaan pupuk tetap harus memperhatikan jenis tanaman, kondisi tanah, dosis, cara aplikasi, serta petunjuk penggunaan produk. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting agar petani tidak hanya mengenal inovasi, tetapi juga memahami penerapannya.


“Petani perlu mengetahui kapan pupuk digunakan, bagaimana cara menggunakannya, dan kebutuhan tanaman apa yang ingin dipenuhi. Dengan pemahaman tersebut, petani dapat mengambil keputusan pemupukan secara lebih tepat dan mempertimbangkan efisiensi biaya maupun kebutuhan budidaya,” jelasnya.



Mengubah Pola Pikir Petani


Maharawaty menilai, tantangan pertanian saat ini tidak cukup dihadapi hanya dengan cara-cara konvensional. Petani membutuhkan pengetahuan, keterampilan, serta keberanian untuk mengenal dan mencoba pendekatan baru yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.


Karena itu, “Petani Merdeka” diharapkan menjadi BREAK THROUGH dalam mengubah pola pikir petani, dari sekadar mengikuti pola pemupukan yang selama ini dilakukan menuju pemanfaatan teknologi berdasarkan pengetahuan dan kebutuhan tanaman.


“Petani harus mampu memilih solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan di bidang pertanian. Kami berharap edukasi ini dapat memperluas wawasan petani mengenai perkembangan pupuk organik non mikroba berteknologi nano PATEN serta manfaat dan penggunaannya sesuai kebutuhan budidaya,” katanya.


Melalui workshop tersebut, peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan pertanian yang mereka hadapi di lapangan. Pertukaran pengalaman antarpetani diharapkan dapat melahirkan perspektif dan solusi baru dalam menghadapi tantangan budidaya.


Dengan wawasan yang diperoleh, petani diharapkan semakin mandiri dalam menentukan pilihan pengelolaan lahan, memahami pentingnya efisiensi pemupukan, serta terbuka terhadap perkembangan teknologi pertanian.


Workshop “Petani Merdeka” tidak hanya dikemas dalam bentuk penyuluhan. Kegiatan juga dirancang lebih interaktif dengan menghadirkan sesi edukasi teknologi pertanian, diskusi pemupukan, sharing pengalaman antarpetani, lomba karaoke, serta makan bersama Ms Maharawaty.


Peserta juga akan disuguhi berbagai hidangan, di antaranya nasi goreng andaliman, nasi rawon, lontong, mi goreng, serta aneka kue seperti kue Chinese halal, kue pandan, wajik, dan getuk.


“Semangat kemerdekaan harus menjadi semangat untuk terus maju. Petani harus semakin mandiri, berpengetahuan, terbuka terhadap inovasi dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai breakthrough menuju pertanian Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing,” tutup Maharawaty.


Mumpung slot masih tersedia, para petani dan masyarakat yang ingin menambah wawasan mengenai perkembangan teknologi pertanian dan inovasi pupuk dapat segera mengikuti Workshop “Petani Merdeka”. Selain mendapatkan edukasi, peserta juga berkesempatan berdiskusi, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan menikmati suasana kebersamaan.


Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 0811 6166 0880.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersial tanpa seizin redaksi.