3. Tantangan Ekonomi dan Motivasi Jangka Panjang
Generasi Z menghadapi kondisi ekonomi yang berbeda: suku bunga rendah, inflasi, dan pasar kerja yang kompetitif. Untuk banyak dari mereka, menabung saja dianggap tidak cukup, investasi dilihat sebagai cara untuk mempercepat pembentukan kekayaan. Misalnya, sebuah survei menunjukkan 87% investor Gen Z telah membeli atau menjual saham karena suku bunga tinggi dan inflasi.
4. Shift dalam Strategi Investasi
Meskipun generasi Z awalnya lebih banyak tertarik pada investasi spekulatif (cryptocurrency, meme stocks), ada kecenderungan pergeseran ke strategi yang lebih “mapan” seperti dana indeks/ETF serta investasi jangka panjang.
Dengan adanya banyak galeri investasi di sekolah, perguruan tinggi, dan kampanye edukasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), akses bagi generasi muda ke pasar modal makin terbuka.