Melalui penerapan yang tepat, teknologi ini tidak hanya mampu meningkatkan efektivitas pemupukan, tetapi juga membantu petani mengurangi ketergantungan pada pupuk berharga mahal. Pupuk PATEN, misalnya, dinilai lebih ekonomis, praktis, dan efektif dalam penggunaannya. Selain itu, penerapan teknologi tersebut juga diharapkan dapat membantu petani terhindar dari berbagai persoalan yang selama ini membebani sektor pertanian, seperti praktik ijon, pinjaman online (pinjol), penggunaan benih yang tidak berkualitas, serangan hama, serta pemanfaatan bibit yang kurang unggul.
Oleh sebab itu, edukasi menjadi kunci agar teknologi tidak berhenti sebagai produk, melainkan benar-benar mampu memberikan nilai tambah dalam praktik budidaya di lapangan.
Maharawaty menjelaskan bahwa teknologi nano membuka peluang lahirnya inovasi pupuk yang dirancang agar unsur hara dapat dimanfaatkan tanaman secara lebih optimal. Dengan pemanfaatan yang tepat sesuai kondisi lahan dan jenis tanaman, teknologi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sekaligus mendukung produktivitas pertanian yang lebih baik. Karena itu, workshop ini diharapkan menjadi langkah BREAK THROUGH dalam mempercepat transformasi pola pikir petani, dari penggunaan teknologi secara konvensional menuju pemanfaatan inovasi berbasis ilmu pengetahuan.