Keberhasilan kecil tersebut memicu naluri bisnisnya. Tanpa ragu, Riza mulai mengeksplorasi kemampuan berwirausaha. Hasilnya, program modifikasi WordStar buatannya laku dijual karena terbukti memudahkan banyak orang dalam menyelesaikan pekerjaan mereka.
“Sejak SMP saya sudah berbisnis. Saya menjual program WS kepada orang yang membutuhkannya. Waktu itu harganya lima puluh ribu rupiah,” kenangnya sambil tersenyum.
Bagi Riza, pendapatan dari penjualan program tersebut bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting baginya adalah pembuktian pertama bahwa ide dan kerja keras dapat menghasilkan sesuatu yang nyata. Dari pengalaman itulah, semangat inovasi dan rasa percaya diri mulai tumbuh dalam dirinya.
Sejak saat itu, nama Riza mulai dikenal luas, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Di usia yang masih belia, ia dipandang sebagai remaja tangguh yang berhasil selangkah lebih maju dibandingkan teman-teman seusianya di Indrapura.
Jual Beli Motor Bekas
Memasuki bangku SMA, Riza tetap tak bisa berdiam diri. Sambil menjalani pendidikan sekolah, Kali ini ia mencoba peruntungan di dunia otomotif. Dengan keberanian khas anak muda, ia meminta modal usaha kepada ayahnya sebesar Rp4 juta. Dan berjanji tak akan lagi minta uang jajan selama bersekolah.