Otaknya terus bekerja mencari cara paling praktis untuk mengembangkan bisnisnya. Dari proses pencarian itulah Riza mulai mempelajari teknologi fiber optic, yang ia anggap sebagai solusi terbaik untuk menyalurkan data melalui cahaya. Melalui cahaya inilah berbagai informasi digital—seperti internet, telepon, dan video—dapat dikirim dengan kecepatan sangat tinggi dan kapasitas besar.
Baginya, fiber optic bukan sekadar teknologi, tetapi fondasi untuk menghubungkan dan memajukan komunitasnya melalui Inmeet. Sejak itu, Riza pun mulai membangun infrastruktur jaringannya memakai teknologi fiber optic yang dimulai dari di daerah kelahirnya di Sei Apung, Bagan Asahan.
Riza mengakui meskipun mengawali perluasan usaha jaringan internet di daerah bukan perkara mudah, ia tetap optimis. Baginya, tantangan terbesar minimnya infrastruktur yang belum memadai, bukan alasan untuk menyerah, melainkan pemacu semangat untuk berjuang dari nol. Harapan Riza, dengan hadirnya Inmeet, masyarakat di kampung halamannya tersebut bisa mengakses internet lebih cepat dan stabil guna membantu masyarakat yang membutuhkan jaringan internet untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya.