Sejak tatapan singkat itu, rasa penasaran Edo terus membesar. Ia ingin berkenalan, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Hingga akhirnya, ide konyol muncul di kepalanya untuk mengajak office boy (OB) kantornya, menemaninya membeli es krim di toko yang dijaga Lolita. Misinya semata-mata untuk melihat Lolita lebih dekat sambil menyelipkan ‘perintah rahasia’ kepada OB untuk membantu Edo mendapatkan nomor WhatsApp Lolita.
“Usai sholat Jumat, saya ajak OB beli es krim di toko itu, biar sekalian lihat dia. Siapa tahu bisa minta nomor WhatsApp-nya,” ujarnya sambil tertawa.
Di stan es krim, Edo dan OB pura-pura bingung memilih rasa, tapi pandangan Edo tak pernah lepas dari Lolita. Dengan sabar, Lolita menjelaskan satu per satu pilihan, senyumnya yang lembut dan cara bicaranya membuat Edo terpesona, seolah waktu berhenti sesaat. Sayangnya, keberanian untuk meminta nomor ponsel Lolita tak kunjung datang. Akhirnya, mereka pulang ke kantor dengan tangan menenteng plastik es krim dan sedikit penyesalan di hati.