Setelah pesannya dibalas, percakapan antara Edo dan Lolita pun mulai terjalin. Obrolan mereka mengalir ringan, hangat, lucu, dan sedikit menggelitik seperti awal kisah cinta yang manis dan penuh rasa penasaran.
Seiring waktu, kedekatan di antara mereka semakin terasa nyata. Setelah Lolita memberikan nomor WhatsApp-nya, komunikasi mereka pun makin intens. Setiap hari ada saja pesan singkat yang membuat hari-hari Edo terasa berbeda. Kadang, di sela jam kerja, Edo sengaja menyempatkan diri singgah ke toko tempat Lolita bekerja yang kebetulan letaknya persis di sebelah kantornya.
Interaksi sederhana itu perlahan menumbuhkan chemistry yang manis. Dari sapaan singkat dan tawa ringan, tumbuhlah perasaan hangat yang tak bisa mereka jelaskan. Seolah-olah, benih cinta mulai bersemi tanpa mereka sadari.
Seminggu kemudian, Edo memberanikan diri mengajak Lolita makan malam di sebuah rumah makan siap saji di kawasan SM Raja, Medan. Suasana malam itu dipenuhi tawa ringan Lolita dan senyum manisnya yang membuat Edo merasa bahagia sepanjang malam. Namun, meski hati sudah berdebar-debar, Edo masih belum cukup berani untuk mengungkapkan perasaannya.