Edo merasa mantap dengan pilihannya, Lolita adalah wanita yang cocok dengan dirinya. Penyanyang, lembut meskipun Lolita terkadang terkesan gegabah mengambil sebuah keputusan tanpa pikir panjang. Namun dengan kelebihan dan kekurangan mereka miliki, Edo justru yakin keduanya dapat menutup dan mengisi satu sama lain untuk menjadi lebih baik.
Mendengar pernyataan tulus dari Edo, hati Lolita akhirnya luluh. Ia melihat sosok Edo bukan hanya sebagai pria yang gigih memperjuangkan cintanya, tapi juga sebagai lelaki penuh tanggung jawab dan kasih sayang.
“Karena saya lihat dia orangnya serius, bertanggung jawab dan penyayang, makanya saya menerima cintanya. Saya yakin Edo akan menepati janjinya,” ujar Lolita sambil tersenyum, mengenang momen manis itu.
Awalnya, Lolita sempat mengira Edo hanyalah pria iseng yang biasanya ‘modus’ untuk mencari perhatian. Namun seiring waktu, keseriusan dan ketulusan Edo dalam mendekatinya perlahan mengikis keraguan itu. Dari sekadar teman yang sering bertukar kabar, hubungan mereka pun tumbuh menjadi kisah cinta yang hangat.
Selama satu tahun menjalani masa pacaran, Lolita semakin mengenal sosok Edo tentang kelebihan, kekurangan, bahkan kebiasaannya yang terkadang membuat gemas. “Awalnya kami hanya berteman, tapi setelah sering bertemu dan berpacaran selama satu tahun, saya mulai mengenal Edo lebih dalam,” ungkap Lolita dengan senyum lembut.