“Saat itu saya belum berani ‘nembak’ dia, kami masih berteman saja,” kenangnya sambil tersenyum tipis.

Ungkapkan Rasa Cinta
Tak ingin menunda lebih lama, Edo kembali membuat janji untuk bertemu. Kali ini mereka menyempatkan diri berfoto bersama di sebuah studio foto, mengabadikan momen-momen indah yang akan menjadi kenangan manis di masa depan. Setelah sesi foto, Edo mengajak Lolita makan lagi sebelum akhirnya mengantarnya pulang ke rumah.
Di rumah Lolita, Edo berkesempatan bertemu dengan neneknya. Suasana hangat tercipta begitu mereka menyapa dan berbincang, membuat Edo merasa nyaman dan akrab. Saat mereka akhirnya bisa berbicara berdua, momen itu menjadi kesempatan sempurna bagi Edo untuk berbicara dari hati ke hati. Di tengah percakapan, Edo akhirnya memberanikan diri menyatakan perasaannya.
“Aku mencintaimu. Apakah mau menerima aku?” tanyanya dengan suara mantap malam itu.
Tak hanya sekadar ungkapan cinta, Edo juga menegaskan keseriusannya. Ia ingin membangun hubungan yang serius dan tak ingin menyia-nyiakan Lolita. “Saat itu saya bilang sama Lolita, kalau saya ingin serius, bukan main-main. Saya suka dengan karakter Lolita yang penyabar dan lembut,” tambahnya,