“Kami tak berani meminta nomor WhatsApp-nya,” kata Edo sambil mengenang momen pertama yang canggung tapi manis itu.
Meskipun percobaan pertama untuk mendapatkan nomor WhatsApp Lolita gagal, Edo tak lantas menyerah. Suatu malam, saat usai olahraga bulutangkis dengan teman-temannya, ia tak bisa menahan diri untuk bercerita tentang gadis di toko roti yang selalu membuat hatinya penasaran. Salah seorang temannya memberi saran, “Coba tanya sekuriti toko itu, siapa tahu dia bisa kasih info,” katanya sambil tertawa.
Keesokan harinya, Edo pun mengikuti saran itu. Ia menemui sekuriti toko dan menjelaskan maksudnya, berharap bisa mendapatkan nomor Lolita. Karena tak yakin wanita mana dimaksud Edo, lantas Sekuriti itu memberikan tiga nomor WhatsApp karyawati di toko tersebut, salah satunya milik Lolita. Namun Edo sempat ragu karena foto profil yang terlihat tidak memakai jilbab, padahal Lolita biasanya mengenakannya. Meski begitu, sekuriti meyakinkan bahwa salah satu nomor itu benar milik Lolita. Edo pun memutuskan menelusuri lebih lanjut.
Walaupun kini memiliki nomor WhatsApp Lolita, Edo masih belum berani menghubunginya. Ia pun mencari cara lain agar bisa terhubung. Sedikit menjadi “detektif digital”, Edo akhirnya menemukan akun Instagram Lolita. Dengan jantung berdebar, ia memberanikan diri mengirimkan Direct Message (DM) untuk berkenalan. “Mungkin karena kesibukannya bekerja, nyaris tengah malam, Lolita baru bisa membalas DM saya,” kenang Edo sambil tersenyum.